, ,

Pertamina Papua Bangun 4 Titik BBM Satu Harga untuk Pemerataan Energi

INFO Kumurkek– PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperluas program BBM Satu Harga sebagai upaya mewujudkan pemerataan energi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan pembangunan empat titik baru penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di wilayah Papua dan Maluku.

Inisiatif ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan akses energi yang terjangkau dan merata.

BBM Satu Harga: Solusi untuk Kesenjangan Harga di Papua

Papua dan Maluku dikenal sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang berat. Distribusi BBM kerap terkendala oleh medan yang sulit dan infrastruktur terbatas, sehingga harga bahan bakar di daerah terpencil bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan di kota besar.

PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku
PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku

Baca Juga: Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua

Melalui program BBM Satu Harga, Pertamina menjual BBM jenis Premium dan Solar dengan harga yang sama di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil. Misalnya, harga Solar yang biasanya melambung tinggi di pedalaman Papua, kini dapat diperoleh dengan harga yang sama seperti di Jakarta.

Empat Titik Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku

Meski rincian lokasi pastinya masih dalam tahap finalisasi, pembangunan ini akan mencakup wilayah-wilayah seperti:

  1. Distrik pedalaman Papua yang belum terjangkau SPBU konvensional.

  2. Pulau-pulau terluar di Maluku yang selama ini bergantung pada pasokan kapal tanki dengan harga tinggi.

  3. Wilayah perbatasan yang membutuhkan stabilitas pasokan energi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan keamanan.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi Daerah

Kehadiran BBM Satu Harga diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua dan Maluku, di antaranya:

1. Mengurangi Beban Hidup Masyarakat

Selama ini, mahalnya harga BBM di pedalaman membebani masyarakat, terutama nelayan, petani, dan pengusaha kecil. Dengan harga yang lebih terjangkau, biaya transportasi dan produksi dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat meningkat.

2. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Akses BBM yang stabil dan murah akan memudahkan distribusi barang, mengurangi inflasi, dan menarik investasi. Sektor seperti pertanian, perikanan, dan UMKM akan lebih berkembang karena biaya operasionalnya lebih efisien.

3. Meningkatkan Konektivitas Antarwilayah

Dengan pasokan BBM yang merata, transportasi antarkampung dan antarpulau menjadi lebih lancar. Hal ini mempercepat distribusi logistik, termasuk bahan pokok dan layanan kesehatan.

4. Mengurangi Selisih Harga dan Penimbunan

Program ini juga meminimalisir praktik penimbunan dan spekulasi harga yang kerap terjadi akibat kelangkaan BBM di daerah terpencil.

Tantangan dan Strategi Pertamina

Meski memiliki dampak positif, pembangunan titik BBM Satu Harga di Papua dan Maluku tidak lepas dari tantangan, seperti:

  • Kondisi geografis yang ekstrem (pegunungan, hutan, dan laut) mempersulit distribusi.

  • Infrastruktur yang minim, seperti jalan rusak dan pelabuhan terbatas.

  • Faktor keamanan di beberapa wilayah yang rawan konflik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina menggunakan beberapa strategi, antara lain:
✔ Penggunaan moda transportasi alternatif seperti kapal, helikopter, dan truk tangki khusus.
✔ Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri untuk keamanan distribusi.
✔ Pembangunan depot mini dan tangki penyimpanan di lokasi strategis.

Komitmen Pemerintah dan Pertamina dalam Pemerataan Energi

Program BBM Satu Harga sejalan dengan visi pemerintah dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa, khususnya Papua. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya menegaskan bahwa program ini adalah wujud keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pertamina sebagai BUMN energi juga terus berinovasi dengan mengembangkan BBM bersubsidi terintegrasi dengan sistem digital untuk memastikan tepat sasaran. Selain itu, perusahaan juga menggandeng koperasi dan UMKM setempat dalam operasional SPBU kecil (Agen Satu Harga) untuk memberdayakan ekonomi lokal.

Harapan ke Depan

Dengan tambahan empat titik BBM Satu Harga di Papua-Maluku, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat energi terjangkau. Ke depan, program ini dapat diperluas lagi ke lebih banyak lokasi, didukung dengan peningkatan infrastruktur jalan dan pelabuhan.

Pemerataan energi bukan hanya tentang bahan bakar, tetapi juga tentang keadilan sosial dan penguatan ekonomi daerah.

, ,

Prabowo Bertekad Tertibkan Tambang Ilegal di Papua, Legislator Gerindra Desak Menteri ESDM Bertindak Tegas

Info Kumurkek- Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua, Yan Permenas Mandenas, mendukung penuh instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik pertambangan ilegal di Tanah Air. Legislator Fraksi Gerindra ini menegaskan bahwa hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal masih marak terjadi di berbagai wilayah Papua, merugikan negara, dan bahkan memicu konflik sosial.

Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua
Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua

Baca Juga :  Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pak Prabowo untuk menertibkan tambang ilegal. Namun, kami juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk serius menindaklanjuti instruksi ini dengan langkah nyata,” tegas Yan dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (20/8).

Lokasi Tambang Ilegal yang Masih Beroperasi

Yan membeberkan sejumlah titik lokasi di Papua yang hingga kini masih menjadi sarang aktivitas pertambangan ilegal, antara lain:

  1. Papua Barat: Kampung Wasirawi, Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari.

  2. Papua: Kabupaten Waropen, Distrik Wapoga.

  3. Papua Tengah: Kabupaten Nabire, Lokasi Bayau Biru.

  4. Papua Pegunungan: Kabupaten Yahukimo.

  5. Papua Barat Daya: Kabupaten Raja Ampat.

“Di lokasi-lokasi ini, aktivitas tambang ilegal masih berjalan meski sudah mendapat penolakan keras dari masyarakat dan pemerintah daerah. Ini menunjukkan ada pembiaran yang harus segera dihentikan,” ujarnya.

Sistem Pengelolaan SDA Harus Berkeadilan

Yan juga menyoroti pentingnya reformasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia. Menurutnya, kekayaan tambang seharusnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, bukan dikuasai oleh segelintir oknum atau korporasi yang mengatasnamakan masyarakat adat.

“Sistem pengelolaan SDA harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanipulasi aturan hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi, sementara masyarakat lokal justru termarginalkan,” tegas politikus Gerindra ini.

Indikasi Keterlibatan Oknum Aparat dan Konflik Sosial

Lebih lanjut, Yan mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu di kementerian/lembaga terkait yang membiarkan praktik tambang ilegal ini terus beroperasi. Bahkan, menurutnya, beberapa konflik sosial dan aksi protes di Papua diduga kuat berkaitan dengan perlindungan terhadap tambang ilegal.

“Ada indikasi pembiaran yang melibatkan oknum-oknum tertentu. Ini sangat disayangkan karena justru memicu ketidakstabilan, bahkan sampai memunculkan gejolak di masyarakat. Jika dibiarkan, ini akan merusak tatanan hukum dan merugikan negara,” paparnya.

Prabowo: Tidak Ada Toleransi untuk Tambang Ilegal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang ilegal tanpa pandang bulu. Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo mengungkap bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal yang beroperasi di Indonesia, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 300 triliun.

“Saya tidak akan melindungi siapa pun, termasuk kader partai atau koalisi, jika terbukti terlibat dalam praktik ilegal ini. Kita harus tegas demi kepentingan rakyat,” tegas Prabowo.

Momentum HUT ke-80 RI Jadi Titik Balik

Yan Mandenas berharap momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI bisa menjadi titik balik bagi pemerintah untuk melakukan penertiban besar-besaran terhadap tambang ilegal. Ia mendorong seluruh jajaran pemerintahan untuk bergerak cepat dan transparan dalam menindak pelaku.

“Saya berharap para menteri dan aparat terkait menunjukkan keseriusannya. Ini saatnya kita melakukan perubahan besar untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat, bukan dikorupsi oleh segelintir orang,” pungkasnya.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan praktik pertambangan ilegal dapat diberantas hingga ke akar-akarnya, sehingga sumber daya alam Indonesia benar-benar menjadi berkah bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi para pemilik modal dan korporasi.

, ,

Festival Rajut Noken Kemerdekaan: Semangat Kreativitas Mama Papua di Teluk Bintuni

Info Kumurkek-  Puluhan mama Papua dari Distrik Bintuni dan Manimeri menunjukkan antusiasme tinggi dalam Festival Rajut Noken Kemerdekaan yang digelar pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Phapeda Teluk Bintuni ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga memperkuat kebanggaan akan warisan budaya noken sebagai simbol identitas masyarakat Papua.

Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan
Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan

Baca Juga : Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

Semangat Kebersamaan dalam Technical Meeting

Sebelum festival dimulai, para peserta berkumpul dalam technical meeting yang digelar di Rumah Makan Ny. Meneer, Kampung Lama, Teluk Bintuni. Dari total 78 peserta yang mendaftar, sebagian besar adalah mama-mama Papua yang bersemangat mempersiapkan diri untuk kompetisi ini.

Panitia menjelaskan beberapa aturan penting, termasuk kriteria noken yang akan dilombakan. Peserta diperbolehkan menyelesaikan 80% rajutan di rumah, dengan ukuran minimal 20 cm x 20 cm. Sisa pengerjaan harus diselesaikan langsung di lokasi festival, yakni di ruas jalan Bintuni-Kalitubi, dengan ukuran akhir 20 cm x 25 cm, lengkap dengan tali gantungan.

“Festival dimulai tepat pukul 08.00 WIT dan harus selesai sebelum pukul 10.00 WIT untuk dipamerkan,” jelas Rasyid Woretma, salah satu panitia penyelenggara.

Gratis Pendaftaran, Hadiah Menarik untuk Peserta

Yang membuat festival ini semakin istimewa adalah pendaftaran yang gratis. Bahkan, setiap peserta mendapatkan perlengkapan merajut secara cuma-cuma, termasuk benang, hakpen (jarum rajut tradisional), dan gunting.

Tak hanya itu, semua peserta yang berhasil menyelesaikan noken-nya akan menerima insentif uang kreativitas sebesar Rp200.000. Bagi yang karyanya terpilih sebagai noken favorit, hadiahnya jauh lebih menggiurkan:

  • Juara Favorit I: Rp1,5 juta

  • Juara Favorit II: Rp1 juta

  • Juara Favorit III: Rp750.000

“Penilaian noken favorit sepenuhnya ditentukan oleh pengunjung, bukan panitia,” tegas Rasyid. Hal ini menambah keseruan festival, karena masyarakat setempat bisa turut serta memilih karya terbaik.

Noken: Warisan Budaya yang Tetap Lestari

Noken, tas tradisional yang terbuat dari serat alam, telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2012. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga upaya melestarikan keterampilan turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

Melalui kegiatan seperti ini, Yayasan Phapeda Teluk Bintuni berharap dapat memberdayakan mama-mama Papua sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Semangat kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang menghargai dan melestarikan identitas budaya.

Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil.

Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama.

Marinus disokong oleh Septian David Maulan yang tepat ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri.

Jumat (8/9) pagi ini, sejumlah aliansi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

Kepolisian Sektor Metro Menteng telah bersiaga dibantu aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Ada 3 aliansi masyarakat yang telah melayangkan surat pemberitahuan menggelar aksi di depan Kedubes Myanmar dengan perkiraan massa mencapai 700 orang.

Skema pengamanan tetap memprioritaskan keamanan di sekitar kantor Kedubes Myanmar. Namun, jika eskalasi demo meningkat, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Menteng.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Oleh Soleh menyatakan, pihaknya siap berjihad ke Myanmar untuk membela Rohingya jika hal itu bisa dilakukan.

Hal itu untuk menepis anggapan bahwa warga Nahdlatul Ulama dan juga kader PKB kurang keras terkait krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

“Ada pihak lain yang menganggap bahwa NU kurang keras, PKB kurang keras. Kalau mau jihad ke sana ayo aja. Cuma persoalannya bisa nggak? Kan nggak bisa. Ini jalur lintas negara, lintas diplomatik, lintas aturan,” kata Oleh kepada Kompas.com, Jumat (8/9/2017).

Menurut Oleh, dalam menghadapi krisis kemanusiaan, hal yang harus diutamakan adalah nahi munkar bil maruf, yakni melawan kejahatan dengan kebaikan. Banyak cara dilakukan untuk membantu muslim Rohingya, salah satunya dengan memberikan bantuan semampunya.

Jakarta – Giring Ganesha alias Giring ‘Nidji’ mantap memutuskan terjun ke dunia politik melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Untuk merayakannya, Giring menggelar syukuran di kediamannya, Pondok Pinang, Jaksel.

Acara ini digelar di kediaman Giring, Jl Deplu Raya, Perumahan Pinang Residence, Pondok Pinang, Jaksel, Jumat (8/9/2017). Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka serta keluarga Giring dan kerabatnya. Acara syukuran ini digelar secara sederhana.

Dalam acara ini, istri Giring, Cynthia Riza, menceritakan awal mula sang suami terjun ke dunia politik. Ia mengatakan, Giring ingin terjun ke dunia politik karena terinspirasi Presiden Joko Widodo.

“Pagi-pagi langganan koran, baca, up to date soal politik. Kalau di rumah Ibu, di meja makan pasti diomongin politik. Sudah nggak asing lagi buat Mas Giring politik,” kata Cynthia.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.