, ,

3 Maret 1847: Dunia Menyambut Kelahiran Sang Visioner yang Mengubah Cara Kita Berbicara

Info Kumurkek-   Setiap Kelahiran tanggal 3 Maret, kita mengenang seorang jenius yang suaranya, atau lebih tepatnya, penemuannya yang memungkinkan suara kita terdengar dari seberang benua, lahir ke dunia. Dialah Alexander Graham Bell, seorang pria Skotlandia yang namanya selamanya terukir dalam sejarah sebagai penemu telepon. Namun, kisahnya jauh lebih dalam dari sekadar satu penemuan; ia adalah seorang guru, seorang humanis, dan seorang innovator yang tak kenal lelah, yang hidupnya didedikasikan untuk memecahkan teka-teki suara dan menghubungkan umat manusia.

Kelahiran 3 Maret Pria yang Mengubah Cara Berkomunikasi Dunia Selamanya
Kelahiran 3 Maret Pria yang Mengubah Cara Berkomunikasi Dunia Selamanya

Baca Juga :  Kemenko Polhukam Gandeng Papua Barat Daya Cetak Duta Literasi Digital

Masa Kecil: Benih-benih Jenius di “Athena dari Utara”

Alexander “Aleck” Bell lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada 3 Maret 1847. Ia tumbuh di lingkungan yang langka, di kota yang dijuluki “Athena dari Utara” karena kemajuan sains dan seni budayanya. Darah seorang innovator mengalir deras dalam dirinya. Kakek dan ayahnya, Alexander Melville Bell, adalah ahli terkemuka dalam bidang fonetik dan elokusi (seni berbicara). Mereka bahkan mengembangkan “Visible Speech”, sebuah sistem simbol yang dirancang untuk mengajarkan bicara kepada orang tuli.

Ibunya, Eliza Grace Symonds Bell, adalah seorang pianis berbakat yang secara ironis mulai kehilangan pendengarannya ketika Aleck masih muda. Kombinasi unik antara warisan keluarga yang fokus pada mekanika suara dan pengalaman hidup dengan seorang ibu yang tuli inilah yang kelak membentuk jalan hidupnya.

Bakat Bell dalam memecahkan masalah sudah terlihat sejak dini. Pada usia 12 tahun, saat bermain di pabrik penggilingan gandum, ia merasa iba melihat proses pengupasan gandum yang lambat dan melelahkan. Ia pun pulang, merancang sebuah alat dengan dayung berputar dan sikat bulu yang dapat mengupas kulit gandum dengan efisien. Ini adalah penemuannya yang pertama!

Tragedi dan Perjalanan Menuju Dunia Baru

Hidup Bell tidak selalu mudah. Kedua saudara laki-lakinya, Melville dan Edward, meninggal dunia akibat penyakit tuberkulosis. Kesehatan Bell sendiri juga memburuk, sehingga keluarganya memutuskan untuk memulai hidup baru dan pindah ke Brantford, Ontario, Kanada, pada tahun 1870. Udara segar Kanada menyembuhkannya dan memberinya ruang serta ketenangan untuk terus bereksperimen.

Tak lama kemudian, ambisinya membawanya ke Boston, Amerika Serikat. Di sana, ia membuka sekolah untuk guru-guru tunarungu dan meneruskan penelitian ayahnya tentang suara. Karyanya yang brilian menarik perhatian dua investor kunci: Thomas Sanders (yang juga memiliki anak tuli) dan Gardiner Hubbard. Mereka mendanai pekerjaan Bell pada proyek ambisiusnya: Telegraf Harmonik, sebuah alat yang bertujuan mengirimkan beberapa pesan telegraf secara bersamaan melalui satu kabel.

Momen “Eureka!” dan Kelahiran nya Sebuah Revolusi

Bersama asistennya yang setia, Thomas Watson, Bell bekerja tanpa henti di bengkelnya.

Pada tanggal 2 Juni 1875, sebuah kecelakaan kecil mengubah segalanya. Watson tidak sengaja menjentikkan sebuah pegas, dan Bell, yang berada di ruangan lain, mendengar melalui penerimanya getaran suara yang samar dari pegas tersebut. Itu adalah bukti konsep yang ia cari! Getaran suara dapat diubah menjadi arus listrik dan dikirimkan.

Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil. Pada 7 Maret 1876, Bell diberikan paten nomor 174.465 untuk “Peningkatan dalam Telegrafi” — yang kita kenal sebagai telepon. Tiga hari kemudian, pada 10 Maret, sejarah tercipta. Bell tanpa sengaja menumpahkan asam baterai di celananya dan berterih, “Mr. Watson, come here — I want to see you!” (Tuan Watson, kemarilah — saya ingin bertemu!). Watson yang berada di lantai bawah dengan serta merta mendengar kalimat itu melalui receiver. Itulah panggilan telepon pertama dalam sejarah umat manusia.

Pada 1877, Bell mendirikan Bell Telephone Company, cikal bakal raksasa telekomunikasi AT&T.

Lebih dari Sekadar Telepon: Warisan Seorang Polymath

Meski telepon adalah mahakaryanya, Bell adalah seorang polymath (orang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu bidang) sejati. Pikirannya yang selalu haz akan penemuan melahirkan berbagai inovasi lain, seperti:

  • Photophone: Menciptakan panggilan telepon nirkabel pertama dengan mentransmisikan suara menggunakan seberkas cahaya. Konsep ini adalah dasar dari teknologi fiber optik yang kita gunakan saat ini.

  • Graphophone: Sebuah penyempurnaan dari fonograf Edison yang dapat merekam dan memutar ulang suara pada silinder lilin.

  • Audiometer: Sebuah alat untuk mengukur ketajaman pendengaran, yang sangat membantu dalam mendiagnosis gangguan pendengaran.

Keterlibatannya yang mendalam dengan dunia tunarungu juga tidak pernah pudar. Ia menikahi Mabel Hubbard, seorang muridnya yang tuli dan putri dari investor sekaligus mitranya, Gardiner Hubbard. Bell juga bekerja sama erat dengan Helen Keller, menjadi mentor dan teman yang membantunya berkomunikasi dengan dunia.

Dedikasinya pada ilmu pengetahuan membuatnya mendirikan Laboratorium Volta dan membantu meluncurkan majalah ternama Science. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Presiden National Geographic Society, membentuk majalahnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang, penuh dengan foto-foto menakjubkan.

, ,

Dari Sorong untuk Indonesia: Papua Barat Daya Jawara Literasi Digital di Era Siber

Info Kumurkek- Di era di mana batas antara dunia nyata dan digital semakin kabur, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya diukur oleh kekuatan militernya, tetapi juga oleh kekuatan siber warganya. Menyadari hal ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kemenko Polhukam menggelar Sosialisasi Literasi Keamanan Siber dengan tema “Cerdas Beretika, Tangguh Melindungi Data dan Taat Hukum di Ruang Siber” di Kota Sorong. Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah seruan untuk membangun kesadaran kolektif sebagai benteng pertahanan digital Indonesia.

Kemenko Polhukam Gandeng Papua Barat Daya Cetak Duta Literasi Digital
Kemenko Polhukam Gandeng Papua Barat Daya Cetak Duta Literasi Digital

Baca Juga :  Kantor KPU Papua Dikepung Massa, Pendukung Dua Paslon Berebut Klaim Kemenangan

Gardu Depan NKRI, Benteng Pertahanan Digital yang Vital

Acara yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Agus menekankan posisi strategis Papua Barat Daya yang tidak hanya sebagai garda terdepan NKRI secara geografis, tetapi juga sebagai garda terdepan di dunia maya.

“Jika benteng siber kita di wilayah ini kokoh, maka segala bentuk ancaman akan tertahan di luar garis pertahanan nasional.

Senjata Kesadaran dan Kompas Moral di Dunia Digital

Agus Pandu Purnama menjelaskan bahwa melindungi diri di ruang digital memerlukan dua senjata utama: kesadaran dan etika. Ini adalah bagian integral dari strategi pertahanan negara modern,” ujarnya.

  • Etika Digital adalah Kompas Moral: Di tengah banjir informasi yang deras, etika berfungsi sebagai kompas yang menuntun kita untuk membedakan yang benar dan salah, menghargai privasi orang lain, dan menyebarkan konten yang positif dan mencerdaskan. “Bijak berdigital adalah cerminan jati diri bangsa yang beradab,” tambahnya.

Sebuah Ajakan untuk Menjadi Duta Perubahan

Agus secara khusus mengajak setiap peserta, yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat, untuk menjadi agen perubahan. “Saya harap Bapak dan Ibu tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga membawa tekad bulat untuk mengubah cara berinteraksi di dunia maya. Jadilah lebih cerdas, lebih bijak, dan lebih beretika,” serunya.

Duta-duta inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak, menyebarluaskan virus kebaikan dan keamanan siber ke keluarga, teman, tetangga, dan hingga ke seluruh penjuru tanah air.

Literasi Digital: Tanggung Jawab Kita Bersama

Kesimpulannya, acara sosialisasi ini menegaskan bahwa literasi keamanan siber adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Membangun ketahanan digital di Papua Barat Daya bukan hanya tentang melindungi warganya, tetapi juga merupakan investasi untuk menjaga kedaulatan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara keseluruhan.

Dengan semangat “Cerdas Beretika, Tangguh Melindungi Data”, Papua Barat Daya siap untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif di dunia digital, tetapi menjadi produsen konten positif dan pelopor keamanan siber untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.

, ,

Ketegangan di Jayapura: Massa Dua Calon Gubernur Geruduk Kantor KPU Papua – Cek Kondisi Terkini

INFO Kumurkek– Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua di kawasan Holtekamp, Kota Jayapura, menjadi pusat kerumunan massa pendukung dua pasangan calon gubernur Papua pada Selasa (19/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes menjelang rapat pleno penetapan hasil perolehan suara dari Kabupaten Biak Numfor, daerah terakhir yang belum menyelesaikan rekapitulasi suara dari total 8 kabupaten dan 1 kota di Papua.

Suasana tegang tercipta ketika massa dari kedua kubu bertemu di lokasi yang sama. Pendukung paslon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK), bersikeras menuntut agar suara rakyat yang mereka klaim “dicuri” segera dikembalikan. Sementara itu, pendukung paslon nomor urut 2, Mathius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menghindari provokasi.

Aksi Massa dan Tuntutan Pendukung BTM-CK

Massa pendukung BTM-CK tiba di Kantor KPU Papua dengan membawa spanduk berisi tuntutan, salah satunya bertuliskan:

“KPU Provinsi Papua segera mengambil alih persoalan yang belum terselesaikan di tingkat kota, kabupaten, dan distrik!”

Kantor KPU Papua Dikepung Massa, Pendukung Dua Paslon Berebut Klaim Kemenangan
Kantor KPU Papua Dikepung Massa, Pendukung Dua Paslon Berebut Klaim Kemenangan

Baca Juga: PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku

“Segera kembalikan suara rakyat yang dicuri!”

Salah seorang orator dari kubu BTM-CK menyampaikan protes keras mereka:

“Kami minta agar suara yang telah diberikan masyarakat kepada BTM-CK dikembalikan. Jangan curangi suara rakyat!”

Mereka juga menuntut agar Ketua KPU Kabupaten Biak Numfor dicopot karena dianggap tidak netral dalam proses rekapitulasi suara. Klaim ketidakadilan dalam penghitungan suara di Biak Numfor menjadi pemicu utama aksi ini.

Respons Kubu Mari-Yo: Imbauan Menahan Diri

Di sisi lain, pendukung pasangan Mathius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) tampak lebih kalem namun tetap waspada. Mereka meminta agar orasi dari pendukung BTM-CK tidak memancing konflik.

“Orasi pendukung 01 harus diatur dengan bijak, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan merusak stabilitas keamanan,” ujar salah satu perwakilan pendukung Mari-Yo.

Mereka menekankan pentingnya menunggu proses hukum dan menghindari tindakan anarkis yang dapat memperkeruh situasi.

Pengamanan Ketat Aparat Keamanan

Menyikapi aksi ini, aparat keamanan telah mengamankan lokasi Kantor KPU Papua untuk mencegah eskalasi konflik. Personel kepolisian dan TNI terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, massa dari kedua kubu masih bertahan di depan Kantor KPU Papua. Rapat pleno KPU untuk menetapkan hasil rekapitulasi suara dari Kabupaten Biak Numfor diperkirakan akan berlangsung malam ini.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Ketegangan politik di Papua menjelang penetapan hasil Pilkada Gubernur ini menjadi ujian bagi demokrasi dan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  1. KPU Segera Menetapkan Hasil Rekapitulasi
    Jika KPU dapat menyelesaikan proses rekapitulasi dengan transparan, diharapkan ketegangan dapat mereda.

  2. Protes Berlanjut Jika Ada Klaim Kecurangan
    Jika salah satu pihak merasa tidak puas, aksi protes bisa berlanjut hingga ke jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

  3. Intervensi Pemerintah Pusat
    Dalam situasi kritis, pemerintah pusat mungkin perlu turun tangan untuk mencegah konflik horizontal.

, ,

Pertamina Papua Bangun 4 Titik BBM Satu Harga untuk Pemerataan Energi

INFO Kumurkek– PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperluas program BBM Satu Harga sebagai upaya mewujudkan pemerataan energi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan pembangunan empat titik baru penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di wilayah Papua dan Maluku.

Inisiatif ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan akses energi yang terjangkau dan merata.

BBM Satu Harga: Solusi untuk Kesenjangan Harga di Papua

Papua dan Maluku dikenal sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang berat. Distribusi BBM kerap terkendala oleh medan yang sulit dan infrastruktur terbatas, sehingga harga bahan bakar di daerah terpencil bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan di kota besar.

PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku
PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku

Baca Juga: Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua

Melalui program BBM Satu Harga, Pertamina menjual BBM jenis Premium dan Solar dengan harga yang sama di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil. Misalnya, harga Solar yang biasanya melambung tinggi di pedalaman Papua, kini dapat diperoleh dengan harga yang sama seperti di Jakarta.

Empat Titik Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku

Meski rincian lokasi pastinya masih dalam tahap finalisasi, pembangunan ini akan mencakup wilayah-wilayah seperti:

  1. Distrik pedalaman Papua yang belum terjangkau SPBU konvensional.

  2. Pulau-pulau terluar di Maluku yang selama ini bergantung pada pasokan kapal tanki dengan harga tinggi.

  3. Wilayah perbatasan yang membutuhkan stabilitas pasokan energi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan keamanan.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi Daerah

Kehadiran BBM Satu Harga diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua dan Maluku, di antaranya:

1. Mengurangi Beban Hidup Masyarakat

Selama ini, mahalnya harga BBM di pedalaman membebani masyarakat, terutama nelayan, petani, dan pengusaha kecil. Dengan harga yang lebih terjangkau, biaya transportasi dan produksi dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat meningkat.

2. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Akses BBM yang stabil dan murah akan memudahkan distribusi barang, mengurangi inflasi, dan menarik investasi. Sektor seperti pertanian, perikanan, dan UMKM akan lebih berkembang karena biaya operasionalnya lebih efisien.

3. Meningkatkan Konektivitas Antarwilayah

Dengan pasokan BBM yang merata, transportasi antarkampung dan antarpulau menjadi lebih lancar. Hal ini mempercepat distribusi logistik, termasuk bahan pokok dan layanan kesehatan.

4. Mengurangi Selisih Harga dan Penimbunan

Program ini juga meminimalisir praktik penimbunan dan spekulasi harga yang kerap terjadi akibat kelangkaan BBM di daerah terpencil.

Tantangan dan Strategi Pertamina

Meski memiliki dampak positif, pembangunan titik BBM Satu Harga di Papua dan Maluku tidak lepas dari tantangan, seperti:

  • Kondisi geografis yang ekstrem (pegunungan, hutan, dan laut) mempersulit distribusi.

  • Infrastruktur yang minim, seperti jalan rusak dan pelabuhan terbatas.

  • Faktor keamanan di beberapa wilayah yang rawan konflik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina menggunakan beberapa strategi, antara lain:
✔ Penggunaan moda transportasi alternatif seperti kapal, helikopter, dan truk tangki khusus.
✔ Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri untuk keamanan distribusi.
✔ Pembangunan depot mini dan tangki penyimpanan di lokasi strategis.

Komitmen Pemerintah dan Pertamina dalam Pemerataan Energi

Program BBM Satu Harga sejalan dengan visi pemerintah dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa, khususnya Papua. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya menegaskan bahwa program ini adalah wujud keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pertamina sebagai BUMN energi juga terus berinovasi dengan mengembangkan BBM bersubsidi terintegrasi dengan sistem digital untuk memastikan tepat sasaran. Selain itu, perusahaan juga menggandeng koperasi dan UMKM setempat dalam operasional SPBU kecil (Agen Satu Harga) untuk memberdayakan ekonomi lokal.

Harapan ke Depan

Dengan tambahan empat titik BBM Satu Harga di Papua-Maluku, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat energi terjangkau. Ke depan, program ini dapat diperluas lagi ke lebih banyak lokasi, didukung dengan peningkatan infrastruktur jalan dan pelabuhan.

Pemerataan energi bukan hanya tentang bahan bakar, tetapi juga tentang keadilan sosial dan penguatan ekonomi daerah.

, ,

Prabowo Bertekad Tertibkan Tambang Ilegal di Papua, Legislator Gerindra Desak Menteri ESDM Bertindak Tegas

Info Kumurkek- Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua, Yan Permenas Mandenas, mendukung penuh instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik pertambangan ilegal di Tanah Air. Legislator Fraksi Gerindra ini menegaskan bahwa hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal masih marak terjadi di berbagai wilayah Papua, merugikan negara, dan bahkan memicu konflik sosial.

Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua
Legislator Gerindra Desak Bahlil Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua

Baca Juga :  Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pak Prabowo untuk menertibkan tambang ilegal. Namun, kami juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk serius menindaklanjuti instruksi ini dengan langkah nyata,” tegas Yan dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (20/8).

Lokasi Tambang Ilegal yang Masih Beroperasi

Yan membeberkan sejumlah titik lokasi di Papua yang hingga kini masih menjadi sarang aktivitas pertambangan ilegal, antara lain:

  1. Papua Barat: Kampung Wasirawi, Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari.

  2. Papua: Kabupaten Waropen, Distrik Wapoga.

  3. Papua Tengah: Kabupaten Nabire, Lokasi Bayau Biru.

  4. Papua Pegunungan: Kabupaten Yahukimo.

  5. Papua Barat Daya: Kabupaten Raja Ampat.

“Di lokasi-lokasi ini, aktivitas tambang ilegal masih berjalan meski sudah mendapat penolakan keras dari masyarakat dan pemerintah daerah. Ini menunjukkan ada pembiaran yang harus segera dihentikan,” ujarnya.

Sistem Pengelolaan SDA Harus Berkeadilan

Yan juga menyoroti pentingnya reformasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia. Menurutnya, kekayaan tambang seharusnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, bukan dikuasai oleh segelintir oknum atau korporasi yang mengatasnamakan masyarakat adat.

“Sistem pengelolaan SDA harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanipulasi aturan hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi, sementara masyarakat lokal justru termarginalkan,” tegas politikus Gerindra ini.

Indikasi Keterlibatan Oknum Aparat dan Konflik Sosial

Lebih lanjut, Yan mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu di kementerian/lembaga terkait yang membiarkan praktik tambang ilegal ini terus beroperasi. Bahkan, menurutnya, beberapa konflik sosial dan aksi protes di Papua diduga kuat berkaitan dengan perlindungan terhadap tambang ilegal.

“Ada indikasi pembiaran yang melibatkan oknum-oknum tertentu. Ini sangat disayangkan karena justru memicu ketidakstabilan, bahkan sampai memunculkan gejolak di masyarakat. Jika dibiarkan, ini akan merusak tatanan hukum dan merugikan negara,” paparnya.

Prabowo: Tidak Ada Toleransi untuk Tambang Ilegal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang ilegal tanpa pandang bulu. Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo mengungkap bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal yang beroperasi di Indonesia, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 300 triliun.

“Saya tidak akan melindungi siapa pun, termasuk kader partai atau koalisi, jika terbukti terlibat dalam praktik ilegal ini. Kita harus tegas demi kepentingan rakyat,” tegas Prabowo.

Momentum HUT ke-80 RI Jadi Titik Balik

Yan Mandenas berharap momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI bisa menjadi titik balik bagi pemerintah untuk melakukan penertiban besar-besaran terhadap tambang ilegal. Ia mendorong seluruh jajaran pemerintahan untuk bergerak cepat dan transparan dalam menindak pelaku.

“Saya berharap para menteri dan aparat terkait menunjukkan keseriusannya. Ini saatnya kita melakukan perubahan besar untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat, bukan dikorupsi oleh segelintir orang,” pungkasnya.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan praktik pertambangan ilegal dapat diberantas hingga ke akar-akarnya, sehingga sumber daya alam Indonesia benar-benar menjadi berkah bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi para pemilik modal dan korporasi.

, ,

Festival Rajut Noken Kemerdekaan: Semangat Kreativitas Mama Papua di Teluk Bintuni

Info Kumurkek-  Puluhan mama Papua dari Distrik Bintuni dan Manimeri menunjukkan antusiasme tinggi dalam Festival Rajut Noken Kemerdekaan yang digelar pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Phapeda Teluk Bintuni ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga memperkuat kebanggaan akan warisan budaya noken sebagai simbol identitas masyarakat Papua.

Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan
Puluhan Mama Papua Unjuk Karya di Festival Rajut Noken Kemerdekaan

Baca Juga : Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

Semangat Kebersamaan dalam Technical Meeting

Sebelum festival dimulai, para peserta berkumpul dalam technical meeting yang digelar di Rumah Makan Ny. Meneer, Kampung Lama, Teluk Bintuni. Dari total 78 peserta yang mendaftar, sebagian besar adalah mama-mama Papua yang bersemangat mempersiapkan diri untuk kompetisi ini.

Panitia menjelaskan beberapa aturan penting, termasuk kriteria noken yang akan dilombakan. Peserta diperbolehkan menyelesaikan 80% rajutan di rumah, dengan ukuran minimal 20 cm x 20 cm. Sisa pengerjaan harus diselesaikan langsung di lokasi festival, yakni di ruas jalan Bintuni-Kalitubi, dengan ukuran akhir 20 cm x 25 cm, lengkap dengan tali gantungan.

“Festival dimulai tepat pukul 08.00 WIT dan harus selesai sebelum pukul 10.00 WIT untuk dipamerkan,” jelas Rasyid Woretma, salah satu panitia penyelenggara.

Gratis Pendaftaran, Hadiah Menarik untuk Peserta

Yang membuat festival ini semakin istimewa adalah pendaftaran yang gratis. Bahkan, setiap peserta mendapatkan perlengkapan merajut secara cuma-cuma, termasuk benang, hakpen (jarum rajut tradisional), dan gunting.

Tak hanya itu, semua peserta yang berhasil menyelesaikan noken-nya akan menerima insentif uang kreativitas sebesar Rp200.000. Bagi yang karyanya terpilih sebagai noken favorit, hadiahnya jauh lebih menggiurkan:

  • Juara Favorit I: Rp1,5 juta

  • Juara Favorit II: Rp1 juta

  • Juara Favorit III: Rp750.000

“Penilaian noken favorit sepenuhnya ditentukan oleh pengunjung, bukan panitia,” tegas Rasyid. Hal ini menambah keseruan festival, karena masyarakat setempat bisa turut serta memilih karya terbaik.

Noken: Warisan Budaya yang Tetap Lestari

Noken, tas tradisional yang terbuat dari serat alam, telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2012. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga upaya melestarikan keterampilan turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

Melalui kegiatan seperti ini, Yayasan Phapeda Teluk Bintuni berharap dapat memberdayakan mama-mama Papua sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Semangat kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang menghargai dan melestarikan identitas budaya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.