Dari Sorong untuk Indonesia: Papua Barat Daya Jawara Literasi Digital di Era Siber
Info Kumurkek- Di era di mana batas antara dunia nyata dan digital semakin kabur, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya diukur oleh kekuatan militernya, tetapi juga oleh kekuatan siber warganya. Menyadari hal ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kemenko Polhukam menggelar Sosialisasi Literasi Keamanan Siber dengan tema “Cerdas Beretika, Tangguh Melindungi Data dan Taat Hukum di Ruang Siber” di Kota Sorong. Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah seruan untuk membangun kesadaran kolektif sebagai benteng pertahanan digital Indonesia.

Baca Juga : Kantor KPU Papua Dikepung Massa, Pendukung Dua Paslon Berebut Klaim Kemenangan
Gardu Depan NKRI, Benteng Pertahanan Digital yang Vital
Acara yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Agus menekankan posisi strategis Papua Barat Daya yang tidak hanya sebagai garda terdepan NKRI secara geografis, tetapi juga sebagai garda terdepan di dunia maya.
“Jika benteng siber kita di wilayah ini kokoh, maka segala bentuk ancaman akan tertahan di luar garis pertahanan nasional.
Senjata Kesadaran dan Kompas Moral di Dunia Digital
Agus Pandu Purnama menjelaskan bahwa melindungi diri di ruang digital memerlukan dua senjata utama: kesadaran dan etika. Ini adalah bagian integral dari strategi pertahanan negara modern,” ujarnya.
-
Etika Digital adalah Kompas Moral: Di tengah banjir informasi yang deras, etika berfungsi sebagai kompas yang menuntun kita untuk membedakan yang benar dan salah, menghargai privasi orang lain, dan menyebarkan konten yang positif dan mencerdaskan. “Bijak berdigital adalah cerminan jati diri bangsa yang beradab,” tambahnya.
Sebuah Ajakan untuk Menjadi Duta Perubahan
Agus secara khusus mengajak setiap peserta, yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat, untuk menjadi agen perubahan. “Saya harap Bapak dan Ibu tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga membawa tekad bulat untuk mengubah cara berinteraksi di dunia maya. Jadilah lebih cerdas, lebih bijak, dan lebih beretika,” serunya.
Duta-duta inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak, menyebarluaskan virus kebaikan dan keamanan siber ke keluarga, teman, tetangga, dan hingga ke seluruh penjuru tanah air.
Literasi Digital: Tanggung Jawab Kita Bersama
Kesimpulannya, acara sosialisasi ini menegaskan bahwa literasi keamanan siber adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Membangun ketahanan digital di Papua Barat Daya bukan hanya tentang melindungi warganya, tetapi juga merupakan investasi untuk menjaga kedaulatan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara keseluruhan.
Dengan semangat “Cerdas Beretika, Tangguh Melindungi Data”, Papua Barat Daya siap untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif di dunia digital, tetapi menjadi produsen konten positif dan pelopor keamanan siber untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.



