,

INFO Kumurkek – Kantor Pertanahan Sorong meraih predikat Pelayanan Publik Sangat Baik dari Ombudsman Republik Indonesia atas hasil penilaian kepatuhan dan kualitas layanan kepada masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen instansi dalam meningkatkan standar pelayanan publik.

10 Kantah di Lingkungan Kanwil BPN Papua Barat Kembali Raih Predikat  Tertinggi Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2024 - Ombudsman RI
Kantor Pertanahan Sorong Raih Predikat Sangat Baik

Penilaian dilakukan melalui survei kepatuhan terhadap standar pelayanan, transparansi informasi, serta kemudahan akses bagi masyarakat. Tim penilai mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari sistem antrean, ketersediaan informasi prosedur, hingga respons petugas dalam menangani aduan.

Baca Juga : Satu Tahun Pimpin Sorong Selatan, Petronela Krenak: ASN Harus Berlari

Pimpinan Kantor Pertanahan Kota Sorong menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai yang konsisten menjaga profesionalisme dan integritas dalam memberikan layanan pertanahan. Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak membuat pihaknya berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kantor Pertanahan Sorong melakukan pembenahan sarana dan prasarana, memperkuat digitalisasi layanan, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Langkah tersebut memudahkan masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah, pengecekan berkas, hingga konsultasi pertanahan.

Predikat sangat baik dari Ombudsman RI menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di bidang pertanahan berjalan efektif. Masyarakat kini dapat merasakan proses layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Ke depan, Kantor Pertanahan Sorong berkomitmen menjaga kualitas pelayanan serta membuka ruang evaluasi dan masukan dari masyarakat. Dengan dukungan publik, instansi ini optimistis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pelayanan publik di masa mendatang.

, ,

INFO Kumurkek – Prabowo mengajak jajaran pemerintah bersikap realistis dalam menjalankan program pembangunan nasional. Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, menekankan bahwa perencanaan yang realistis menjadi kunci keberhasilan pembangunan, menghindari target yang terlalu ambisius, dan memastikan program berjalan sesuai kapasitas dan sumber daya yang tersedia.

Prabowo Sampaikan Suka Cita Natal, Ajak Perkuat Solidaritas - Nasional
Prabowo Ajak Pemerintah Realistis Bangun Nasional

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya evaluasi capaian proyek secara berkala. Ia menyoroti bahwa pembangunan nasional harus mempertimbangkan kondisi lapangan, kesiapan infrastruktur, dan kemampuan aparatur di semua tingkatan pemerintahan. Pendekatan realistis, kata dia, akan mencegah pemborosan anggaran dan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga : Prabowo ajak jajaran pemerintah realistis jalani pembangunan nasional.

Prabowo juga mendorong kolaborasi antarinstansi dan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan setiap program pembangunan harus terukur, transparan, dan akuntabel agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mendengar masukan masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Partisipasi warga dapat menjadi sumber informasi yang akurat mengenai kebutuhan nyata di lapangan, sehingga pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.

Prabowo menekankan bahwa kesuksesan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari jumlah proyek, tetapi dari kualitas, keberlanjutan, dan dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat. Sikap realistis, menurutnya, menjadi fondasi agar visi pembangunan nasional dapat tercapai secara efektif.

Melalui arahan ini, Prabowo berharap jajaran pemerintah dapat menyeimbangkan ambisi pembangunan dengan kemampuan nyata di lapangan. Pendekatan realistis diyakini akan memperkuat efektivitas program, meningkatkan kepercayaan publik, dan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan nasional.

, ,

Geliat Ekonomi di Bumi Cendrawasih: Kawasan Transmigrasi Papua Barat Menjadi Pusat Pertanian dan Perikanan yang Berjanji

Info Kumurkek- Provinsi Papua Barat tidak hanya menyimpan keindahan alam yang memesona, tetapi juga kekayaan ekonomi yang mulai bersinar dari kawasan-kawasan transmigrasinya. Potensi besar yang tersebar di berbagai kabupaten ini mulai menarik perhatian, menawarkan cerita sukses yang mengundang optimisme untuk masa depan.

Potensi Ekonomi Kawasan Transmigrasi di Provinsi Papua Barat
Potensi Ekonomi Kawasan Transmigrasi di Provinsi Papua Barat

Baca Juga : Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Puskesmas Harapan Jayapura, Pastikan Program Prioritas Nasional Tepat Sasaran

Cokelat Berkualitas Ekspor dari Manokwari Selatan

Kabupaten Manokwari Selatan telah membuktikan diri sebagai penghasil produk unggulan yang mampu bersaing di kancah internasional. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dengan bangga membeberkan bagaimana olahan kakao dari daerahnya telah menembus pasar Eropa. “Cokelat ini sudah beberapa kali kami kirim, bahkan kami ekspor. Meskipun jumlahnya masih puluhan ton dan belum mencapai ratusan ton, produk berkualitas super ini telah sampai ke Belanda, Belgia, dan Perancis,” ujar Mandacan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pengolahan yang tepat, hasil bumi Papua Barat memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Tomage, Fakfak: Suraya Agribisnis yang Terintegrasi

Tidak hanya Manokwari Selatan, perhatian juga tertuju pada Kawasan Tomage di Kabupaten Fakfak. Lokasi ini digadang-gadang sebagai pusat pengembangan terpadu untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Yang membuatnya semakin menarik, kawasan ini sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai untuk masyarakat, seperti sekolah, puskesmas, jaringan jalan lokal, dan tentunya perumahan transmigrasi. Keberadaan infrastruktur ini memastikan bahwa para transmigran tidak hanya bisa bekerja, tetapi juga hidup dengan layak bersama keluarga.

Wondama dan Prafi: Penopang Ketahanan Pangan

Kabupaten Teluk Wondama menawarkan potensi lain yang tak kalah menjanjikan, khususnya di sektor perkebunan holtikultura dan peternakan. Daerah ini telah memiliki fasilitas pendidikan hingga pasar lokal, membuatnya sangat cocok untuk dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi baru yang mandiri.

Sementara itu, Kawasan Prafi telah lama dikenal sebagai lumbung pangan andalan Papua Barat. “Kawasan Prafi telah lama menjadi pusat produksi pangan, terutama padi, jagung, dan holtikultura,” jelas Mandacan. Dukungan sarana irigasi yang memadai, jalan produksi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang relatif lengkap menjadikan Prafi sebagai contoh sukses kawasan transmigrasi yang telah mapan.

Transmigrasi Lokal: Otonomi Daerah untuk Kesejahteraan Lokal

Melihat potensi yang begitu besar, Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Barat memiliki inisiatif untuk mengajukan program Transmigrasi Lokal. Berbeda dengan program transmigrasi tradisional yang memindahkan penduduk antar pulau, transmigrasi lokal memindahkan penduduk dalam satu provinsi yang sama, dari daerah padat ke daerah yang sedang berkembang.

Mandacan juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pemangku hak ulayat (adat) yang telah dengan ikhlas menyerahkan tanahnya untuk pembangunan ini. “Dengan harapan bisa dibangun lokasi transmigrasi lokal. Masyarakat Manokwari Selatan nantinya bisa menempati pemukiman yang dibangun di kawasan ini,” harapnya. Pendekatan ini tidak hanya memacu pemerataan ekonomi tetapi juga menghormati kearifan dan hak-hak masyarakat adat.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa paradigma program transmigrasi saat ini telah berubah. Fokusnya bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi pada pengembangan kawasan transmigrasi eksisting yang telah dibentuk sebelumnya. Yang terpenting, program ini bersifat responsif berdasarkan permintaan daerah.

“Sesuai dengan Undang-Undang Transmigrasi, permintaan untuk pengiriman warga transmigran sangat bergantung pada kebutuhan Pemerintah Daerah. Jika Pemerintah Daerah tidak melakukan permintaan kepada Pemerintah Pusat, maka Pemerintah Pusat tidak akan melakukan pengiriman warga dari luar,” tegas Yoga. Kebijakan ini memberikan otonomi penuh kepada daerah untuk menentukan sendiri arah pembangunan sumber daya manusianya.

Dengan kombinasi antara potensi alam yang melimpah, komitmen pemerintah daerah, dan dukungan dari pusat, kawasan transmigrasi di Papua Barat sedang menapaki jalannya untuk menjadi pusat-pusat ekonomi baru yang sejahtera dan berkelanjutan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.